Kemerdekaan
bangsa Indonesia merupakan hal yang sangat menarik dan seru untuk dibahas. Sukses tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan proses yang panjang dan penuh dengan perjuangan. Terlepas dari
semangat dan keinginan kuat dari rakyatnya sendiri, kemerdekaan bangsa
Indonesia juga diperoleh berkat bantuan dan dorongan dari beberapa pihak, salah satunya PBB.
Oleh karena itu, saya tertarik untuk membahas respon dari PBB dengan kemerdekaan bangsa kita, Indonesia.
Seperti yang kita tahu, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) merupakan organisasi
pemersatu bangsa-bangsa dan hampir seluruh negara menjadi anggota dari PBB. Organisasi ini
dibentuk untuk memfasilitasi baik dalam hukum internasional, pengamanan
internasional, lembaga ekonomi, dan juga perlindungan sosial. Tentu semua
negara ingin ketentraman dan kedamaian tercipta di negaranya, begitu juga
Indonesia. PBB dibentuk untuk menghentikan peperangan antar bangsa, oleh karena
itu PBB berperan penting dalam perang yang terjadi dalam proses kemerdekaan
Indonesia. PBB membantu Indonesia dalam menyelesaikan pertikaiannya dengan Belanda dengan cara membentuk Badan Perdamaian yang bertugas sebagai penengah juga
sebagai mediator karena saat itu Belanda belum memberi kebebasan hak sepenuhnya kepada bangsa Indonesia, dalam arti kata lain Belanda masih ingin melebarkan sayapnya di Indonesia.
Sesuai dengan fungsinya yaitu memberi perlindungan,
sebagai wadah atau forum untuk membina dan menjaga persahabatan antar
bangsa-bangsa, menyampaikan nilai-nilai dan norma kepada semua anggota,
diharapkan mampu membina atau mendorong kerja sama di segala bidang antar
bangsa, diharapkan dapat mengendalikan konflik-konflik yang muncul dari sesama
anggota, serta dapat menyelesaikan masalah yang timbul dari sesama anggota
secara hukum sehingga tidak menjadi masalah yang berkepanjangan, maka PBB
membantu Indonesia dalam mewujudkan Kemerdekaan yang sepenuhnya pasca
Proklamasi. Bukti dari dukungan PBB kepada bangsa Indonesia dengan dibentuknya
:
1. KTN (Komisi Tiga Negara)
Terbentuk akibat Agresi Militer Belanda I. Terdiri
dari tiga (3) Negara saja seperti Australia dipilih oleh Indonesia dengan wakil
Richard Kirby, Belgia yang dipilih oleh Belanda dan diwakili oleh Paul Van
Zealand, dan Amerika Sarikat adalah pihak netral dan diwakili oleh dr.Frank
Graham. KTN dibentuk tanggal 25 Agustus 1947 dan mulai bertugas di Indonesia
pada tanggal 27 Oktober 1947. KTN ini berhasil mengantar pihak Indonesia ke
meja perundingan Renville.
2. UNCI
(United Nations Commisions for Indonesia)
UNCI dibentuk pada tanggal 28 Januari 1949 untuk
menggantikan KTN karena dianggap gagal untuk mendamaikan pertikaian antara
Indonesia dengan Belanda. UNCI ini dibentuk akibat Agresi Militer Belanda II.
UNCI memiliki peran dalam mengadakan Perundingan Roem Royen (7 Mei 1949),
dan mengadakan KMB (Konferensi Meja Bundar) di Den Haag Belanda.
UNCI bertugas untuk membantu melancarkan
perundingan-perundingan guna mengurus pengembalian kekuasaan pemerintahan
Republik Indonesia dan berhak mengajukan usul-usul guna membantu menyelesaikan
pertikaian Indonesia-Belanda. UNCI sendiri beranggotakan Australia diwakili oleh
Chritchley, Belgia diwakili oleh Herremans, dan Amerika Serikat diwakili oleh
Merle Cochran.
Dengan demikian, PBB memiliki peran penting dalam
tercapainya kemerdekaan Indonesia. PBB menengahi masalah antara Indonesia
dengan Belanda baik melalui Badan Perdamaian maupun melalui perundingan. Selain itu, berkat bantuan PBB pula Indonesia mendapat
pengakuan merdeka secara internasional dan mendapatkan kembali hak-haknya satu
persatu. Melalui perundingan dan hukum, Belanda harus mengakui hak pemerintahan atau sesuatu yang sudah menjadi hak mutlak bangsa Indonesia.
- ay_yo